SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

0
9

                                                       TEORI TENTANG                                                                                               SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

                                                       Sri Wahyuningsih                                                                                                                    181003023                                                                                              Prodi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mars                                                                    Jl. Ahmad Yani No. 400 Pematangsiantar


Abstract

The purpose of this research is to explain: 1) The meaning of Management Control System, 2) Effect of Management Control System on Firms Performance. Every company or organization uses a management control system. The management control system is used as a benchmark or guideline for running the company going forward. Achieving the goals of a company usually depends on the management control system in it. Data analysis sourced from articles on the internet and descriptive research.

The results showed that a good management control system will bring a positive influence on the company. While the management control system that is not good will bring subtle influence.

Future studies are expected to use methods or other data that are more real and accurate. Further research can also be done by making direct observations to the company with samples that are more real and accurate.

Keywords: Management Control System, Firms Performance, Guideline, Influence

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan: 1) Arti Sistem Pengendalian Manajemen, 2) Pengaruh Sistem Pengendalian Manajemen terhadap Kinerja Perusahaan. Setiap perusahaan atau organisasi menggunakan sistem pengendalian manajemen. Sistem pengendalian manajemen digunakan sebagai tolok ukur atau pedoman untuk menjalankan perusahaan ke depan. Mencapai tujuan perusahaan biasanya tergantung pada sistem pengendalian manajemen di dalamnya. Analisis data bersumber dari artikel di internet dan penelitian deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian manajemen yang baik akan membawa pengaruh positif pada perusahaan. Sedangkan sistem pengendalian manajemen yang tidak baik akan membawa pengaruh yang halus.

Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan metode atau data lain yang lebih nyata dan akurat. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung ke perusahaan dengan sampel yang lebih nyata dan akurat.

Kata kunci: Sistem Pengendalian Manajemen, Kinerja Perusahaan, Pedoman, Pengaruh

1. PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Suatu organisasi yang menjalankan  sejumlah aktivitas memulai kegiatannya dengan melakukan proses perencanaan. Perencanaan dilakukan melalui aktivitas yang melibatkan individu-individu. Aktivitas inidividu ini diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. Yang sering dilakukan adalah adanya kesadaran individu sebagai makhluk juga mempunyai keinginan-keinginan atau tujuan pibadi. Tujuan pribadi seseorang bisa selaras dengan tujuan organisasi, bisa juga tidak selaras. Ketidakselarasan tujuan mengakibatkan tujuan organisasi atau tujuan individu tidak tercapai. Untuk itu diperlukan suatu pengendali kerja sehingga tujuan individu bisa selaras dengan tujuan organisasi. Salah satu alat untuk mencapai hal tersebut adalah adanya sistem pengendalian manajemen yang baik.

The New Marketting Chalenges menantang para pemilik teori ekonomi klasik yang berorientasikan profit. Bahwa era baru telah dimulai, era dimana service menjadi tujuan utama. Diperlukan sebuah pengelolaan yang profesional. Pengelolaan atau yang  sering kita sebut dengan manajemen ini, tentunya tidak akan berjalan dengan mulus tanpa adanya sebuah pengendalian. Pengendalian akan menajemen menjadi sesuatu hal yang sangat penting dalam rangka menyokong kinerja perusahaan yang berorientasi utama pada service atau pelayanan.

B.Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dijelaskan, penulis akan menjabarkan rumusan masalah untuk tulisan ini sebagai berikut:

  1. Apa saja yang dibahas didalam sistem pengendalian manajemen?
  2. Apa saja strategi yang ada didalam sistem pengendalian manajemen?
  3. Bagaimana pengaruh sistem pengendalian manajemen terhadap sebuah perusahaan?

C.Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah diatas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pembuatan tulisan ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang sistem pengendalian manajemen baik secara teori atau praktik.

  1. METODE PENELITIAN

    Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah metode penelitian deskriptif. Sudjana (2001:64) mendefinisikan penelitian deskriptif adalah “Penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang.”

Ciri-ciri metode deskriptif yang dikemukakan oleh Nasution (2003:61) yaitu:

  1. Memusatkan diri pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang atau masalah-masalah actual.
  2. Data yang dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisa, oleh karena itu metode ini sering disebut metode analisa.

III. PEMBAHASAN

  1. KONSEP-KONSEP DASAR

Suatu sistem merupakan suatu cara tertentu dan bersifat repetitif untuk melaksanakan suatu atau sekelompok aktivitas.

Pengendalian Manajemen merupakan proses dengan para manajer mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan strategi organisasi.

Unsur-unsur sistem pengendalian manajemen meliputi perencanaan strategis, pembuatan anggaran, alokasi sumber daya, pengukuran, evaluasi dan penghargaan atas kinerja, alokasi pusat tanggung jawab dan penetapan harga transfer.

Elemen-elemen Sistem Pengendalian :

  1. Pelacak (detector) atau sensor : suatu perangkat yang mengukur apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses yang sedang dikendalikan.
  2. Penilai (assessor) : suatu perangkat yang menentukan signifikan dari peristiwa actual dengan cara membandingkan dengan beberapa standar atau ekspektasi dari apa yang seharusnya terjadi.
  3. Effector : suatu parangkat (yang sering disebut ”umpan balik”) yang mengubah perilaku jika assessor mengindikasikan kebutuhan untuk melakukan hal tersebut.
  4. Jaringan komunikasi : perangkat yang meneruskan informasi antara detector dan assessor dan antara assessor dan effector.                                                                                                             2. BATAS-BATAS PENGENDALIAN              MANAJEMEN    Pengendalian manajemen terletak antara formulasi strategi dan pengendalian tugas dalam beberapa hal. Formulasi strategi focus pada jangka panjang dan tidak sistematis. Sementara pengendalian tugas focus pada jangka pendek dan paling sistematis.B.1 PENGENDALIAN MANAJEMENPengendalian manajemen merupakan proses dengan mana para manajer mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan strategi organisasi.

    Menurut Suadi (1999:10) konsep sistem pengendalian manajemen terkandung pengertian proses pengendalian, dan straktur pengendalian sebagai sistem pengendalian manajemen secara keseluruhan.

    Menurut Shillinglaw dan McGahran ( 1993:749 ) ada tiga macam bentuk pengendalian yaitu :

    1. Personal controls

    yaitu pengendalian yang ditekankan pada sikap dan motivasi orang yang terlibat dalam organisasi, misalnya penilaian karyawan dan kultur organisasi. Bentuk pengendalian ini merupakan serangkaian peraturan yang tidak tertulis.

    1. Action controls

    yaitu pengendalian yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan dan tugas yang diberikan kepada karyawan.

    1. Result controls

    yaitu pengendalian yang ditekankan pada hasil dari pelaksanaan operasi karyawan.

    Kegiatan Pengendalian Manajemen meliputi :

    –           Merencanakan apa yang seharusnya dilakukan oleh organisasi.

    –           Mengkoordinasikan aktivitas – aktivitas dari beberapa bagian organisasi.

    –           Mengomunikasikan informasi.

    –           Mengevaluasi informasi.

    –           Memutuskan tindakan apa yang seharusnya diambil jika ada.

    Mempengaruhi orang – orang untuk mengubah perilaku mereka.

    Pengendalian manajemen tidak berarti mengharuskan agar semua tindakan sesuai dengan rencana yang ditentukan sebelumnya, seperti anggaran. Rencana tersebut diformulasikan. Dengan kata lain, mematuhi anggaran tidaklah selalu baik, dan penyimpangan dari anggaran tidaklah selalu buruk.

    B.2 PROSES PENGENDALIAN MANAJEMEN

    Proses pengendalian manajemen yang baik sebenarnya formal, namun sifat pengendalian informal masih banyak terjadi. Pengendalian manajemen formal merupakan tahap-tahap yang saling berkaitan satu sama lain, terdiri dari proses :1) Pemrograman (Programming)

    Dalam tahap ini perusahaan menentukan program-program yang akan dilaksanakan dan memperkirakan sumber daya yang akan alokasikan untuk setiap program yang telah ditentukan.

    2) Penganggaran (Budgeting)

    Pada tahap penganggaran ini program direncanakan secara terinci, dinyatakan dalam satu moneter untuk suatu periode tertentu, biasanya satu tahun. Anggaran ini berdasarkan pada kumpulan anggaran-anggaran dari pusat pertanggungjawaban.

    3) Operasi dan Akuntansi (Operating and Accounting)

    Pada tahap ini dilaksanakan pencatatan mengenai berbagai sumber daya yang digunakan dan penerimaan-penerimaan yang dihasilkan. Catatan dan biaya-biaya tersebut digolongkan sesuai dengan program yang telah ditetapkan dan pusat-pusat tanggungjawabnya. Penggolongan yang sesuai program dipakai sebagai dasar untuk pemrograman di masa yang akan datang, sedangkan penggolongan yang sesuai dengan pusat tanggung jawab digunakan untuk mengukur kinerja para manajer.

    4) Laporan dan Analisis (Reporting and Analysis)

    Tahap ini paling penting karena menutup suatu siklus dari proses pengendalian manajemen agar data untuk proses pertanggungjawaban akuntansi dapat dikumpulkan.

    Analisis laporan manajemen antara lain dapat berupa :

    1) Perlu tidaknya strategi perusahaan diperiksa kembali.

    2) Perlu tidaknya dilakukan penghapusan, penambahan, atau pengubahan program di tahun yang akan datang.

    3) Dari analisis penyimpangan dapat disimpulkan perlunya diadakan perubahan anggaran, apabila sudah tidak realistis.

    4) Dari laporan-laporan dapat diambil kesimpulan perlu adanya perbaikan-perbaikan untuk masalah yang tidak dapat diantisipasi.

    B. STRUKTUR PENGENDALIAN MANAJEMEN

    Struktur pengendalian manajemen terdiri dari :

    1. Struktur Organisasi

    Strategi perusahaan mempunyai pengaruh terhadap pemilihan jenis struktur organisasi. Struktur organisasi yang dipakai akan mempengaruhi pula rancangan sistem pengendalian manajemennya. Untuk tujuan akuntasi manajemen, penyusunan departemen-departemen dalam suatu struktur organisasi dapat digolongkan ke dalam tiga cara utama, yaitu :

    1. a) Struktur organisasi fungsional

    Dalam struktur organisasi fungsional, setiap manajer bertanggungjawab terhadap salah satu dari beberapa fungsi yang ada dalam organisasi. Semua fimgsi dalam organisasi secara kolektif dilibatkan dalam pencapaian tujuan organisasi. Bentuk struktur organisasi fungsional mempunyai potensi yang besar untuk bekerja secara efisien. Struktur organisasi fungsional dapat mendorong kualitas supervisi dan pelayanan teknis yang lebih baik. Kelemahan struktur ini adalah bahwa efektivitas fungsi- fungsi yang terpisah tidak dapat ditentukan secara pasti dan kurang efektifnya pembuat keputusan karena sulitnya koordinasi antar bagian.

    1. b) Struktur organisasi divisional

    Dalam struktur organisasi divisional, manajer divisi dapat mengembangkan strategi bisnisnya masing-masing setiap divisi kemungkinan menghadapi persaingan yang berbeda dibanding divisi lain. Untuk itu setiap divisi memerlukan strategi yang berbeda pula dibanding divisi lain.

    1. c) Struktur organisasi matrik

    Dalarn struktur organisasi matrik terdapat struktur organisasi yang bertanggungiawab terhadap fungsi-fungsi kegiatan dan struktur organisasi lainnya bertanggungiawab atas proyek-proyek. Proyek adalah setiap tugas atau sekelompok tugas yang dilakukan dalam rangka mencapai sasaran tertentu.

    B.4PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN

    Pusat pertanggungjawaban adalah bagian atau unit organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggungjawab terhadap unit yang dipimpinnya. Suatu pusat pertanggungjawaban dapat dipandang sebagai suatu sistem yang mengolah masukan menjadi keluaran.

    Berdasarkan karakteristik masukan dan keluarannya serta hubungan diantara keduanya, pusat pertanggungjawaban dibagi menjadi 4 (empat) macam, yaitu (Abdul Halim, Bambang Supomo, 1996) :

    1. Pusat Biaya (Cost Center)

    Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang manajernya diukur prestasinya atas dasar biayanya (nilai masukannya). Setiap pusat pertanggungjawaban mengkonsumsi masukan dan menghasilkan keluaran.

    Berdasarkan karakteristik hubungan antara masukan dengan keluarannya, pusat biaya dibagi lebih lanjut menjadi pusat biaya teknik  (engineered expense center), pusat biaya kebijakan (discretationary expense center), pusat penelitian san pengembangan (Research and Development Center), dan pusat pemasaran (Marketing Center).

     

    1. Pusat biaya teknik (engineered expenpense center)

    Merupakan pusat biaya yang sebagian besar biayanya mempunyai hubungan fisik yang erat dengan output yang dihasilkan. Karakteristiknya :

    1. Input dan outputnya dapat diukur dengan satuan unit moneter.
    2. Input dan outputnya dapat diukur dalam bentuk fisik.
    3. Jumlah optimum input yang akan diproduksi untuk satu unit output produksi bisa diukur.
    4. Pengukuran kinerjanya adalah efisiensi biayanya, disamping itu mutu produk dan volume produksinya.

    Contoh : Biaya produksi suatu barang di unit produksi.

    2. Pusat biaya kebijakan (discreationary expense center)

    Merupakan pusat biaya yang sebagian besar biayanya tidak mempunyai hubungan fisik yang erat dengan output yang dihasilkan. Karakteristiknya:

    1. Inputnya dapat diukur dengan satuan unit moneter
    2. Outputnya diukur bukan bentuk fisik (moneter)
    3. Jumlah optimum input yang akan diproduksi untuk satu unit output produksi tidak bisa diukur.

    Contoh : Biaya administrasi dan pendukung, biaya penelitian atau pengembangan, serta sebagian biaya pemasaran .

    3. Pusat Penelitian dan Pengembangan (Rersearch and Development Centre), adalah suatu unit perusahaan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab melakukan penelitian dan pengembangan produk-produk baru, proses baru dan patent.

    1. Pusat Pendapatan (Revenue Center)

    Merupakan pusat pertanggungjawaban dimana pimpinannya bertanggung jawab atas pendapatan. Bertanggungjawab artinya mempunyai kewenangan atas hal-hal yang dapat meningkatkan pendapatan, seperti menentukan harga jual dan biaya-biaya yang secara tidak langsung bisa relevan atau tidak sama sekali. Contohnya: Biaya Riset Pemasaran.

    1. Pusat Laba (Profit Centre)

    Pusat laba merupakan pusat pertanggungjawaban dimana kinerja finansialnya diukur dalam ruang lingkup laba, yaitu selisih antara pendapatan dan pengeluaran.

    1. Pusat Investasi (Investment Centre)

    Pusat Investasi nerupakan pusat pertanggungjawaban yang kinerja pimpinannya dinilai dari prestasinya memanfaatkan asset perusahaan, sehingga menghasilkan pendapatan atau laba yang maksimal bagi perusahaan. Pusat investasi prestasinya diukur berdasarkan perbandingan antara laba yang diperoleh dengan asset (investasi) yang dipergunakan.

    Metode yang dapat digunakan dalam menilai prestasi pusat investasi adalah sebagai berikut:

    1. Return On Investment (ROI) Yaitu perbandingan (rasio) antara laba dengan investasi yang digunakan.

    Ø  Jika ROI yang diharapkan dari suatu divisi besarnya 18% per tahun, maka kinerja divisi dinilai baik jika ROI sesungguhnya tercapai minimal sebesar 18%, jika tidak tercapai maka kinerja divisi dinilai tidak baik.

    Rumus ROI:

    ROI =Laba Operasi : Rata-Rata Aktiva Operasi

    = (laba operasi : penjualan) x (penjualan :rata-rata aktiva operasi) Atau

    ROI = Margin x Perputaran

    Ø  Usaha meningkatkan ROI

    ü  Mengurangi biaya sehingga laba dapat ditingkatkan.

    ü  Meningkatkan penjualan yang dapat meningkatkan laba.

    ü  Meningkatkan rasio laba terhadap penjualan.

    ü  Menurunkan investasi divisi

    Keuntungan ROI :

    ü  Merupakan metode pengukuran yang obyektif yang didasarkan pada data akuntansi yang tersedia.

    ü  ROI merupakan pengukuran yang komprehensif dimana semua mempengaruhi laporan keuangan tercermin dari rasio ROI.

    ü  Memungkinkan pembandingan kinerja antardivisi meskipun skala kegiatan usaha divisi dan bidang bisnisnya berbeda.

    ü  Mendorong manajer untuk memberikan perhatian yang lebih luas terhadap hubungan antara penjualan, biaya, dan investasi yang seharusnya menjadi focus bagi manajer investasi.

    ü  Mendorong efisiensi biaya, bisa mengurangi investasi yang berlebihan

    Kelemahan ROI :

    ü  Manajer pusat investasi cenderung menolak investasi yang bisa menurunkan ROI pusat pertanggungjawabannya, walaupun akan meningkatkan profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.

    ü  Mendorong manajer pusat investasi hanya berpikiran jangka pendek tanpa memperhatikan kepentingan jangka panjang.

    1. Residual Income (RI) atau Economic Value Added (EVA).

    Yaitu dengan mengitung jumlah uang yang diperoleh dari laba setelah dikurangi dengan beban investasi.

    Rumusan EVA :

    EVA                = Laba bersih – Beban modal

    Beban modal   = Biaya modal x Modal yang digunakan

    EVA                = Modal yang digunakan(ROI-Biaya Modal)

    Keuntungan EVA :

    ü  Divisi yang investasinya sebanding mempunyai mempunyai sasaran laba yang sama.

    ü  Aktiva yang berbeda dapat dibebani persentase biaya modal yang berbeda.

    ü  Mendorong manajer divisi untuk melakukan investasi yang dapat menghasilkan RI sebesar mungkin.

    ü  EVA memiliki korelasi positif yang lebih kuat terhadap perubahan-perubahan dalam nilai pasar perusahaan.

    Kelemahan EVA:

    ü  Sulit menentukan biaya modal secara obyektif.

    ü  EVA jarang dipakai dalam Pratik.

    ü  EVA hanya mengukur salah satu keberhasilan tujuan bisnis.

    C. PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN

    Menurut Edy Sukarno ( 2000:111) kinerja adalah gambaran mengenai tingkat

    pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan

    sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi.

    Pengaruh dari struktur pengendaliam manajemen terhadap kinerja

    perusahaan dikarenakan struktur pengendalian manajemen merupakan wadah yang digunakan untuk menampung kegiatan perencanaan, pengimplementasian rencana

    dan pemantauan pelaksanaan rencana kegiatan, jika wadah yang dibuat baik, maka

    kegiatan perencanaan, pengimplementasian rencana dan pemantauan pelaksanaan

    rencana kegiatan juga akan baik pula sehingga tujuan perusahaan dapat terlaksana.

    Dengan demikian maka kinerja perusahaan dapat meningkat.

    Selain itu juga struktur pengendalian manajemen merupakan komponen yang

    saling berkaitan satu sama lainnya yang secara bersama-sama digunakan untuk

    mewujudkan tujuan perusahaan. Struktur pengendalian manajemen dipusatkan pada

    berbagai macam pusat pertanggungjawaban. Dimana masing-masing pusat

    pertanggungjawaban dipimpin oleh seseorang yang memegang tanggunjawab

    terhadap tugas yang diberikan kepadanya. Jika pusat-pusat pertanggungjawaban melaksanakan tanggungjawabnya dengan baik dan sesuai dengan ketentuan perusahaan maka tujuan perusahaan dapat tercapai pula yaitu meningkatnya kinerja

    perusahaan, sebaliknya jika pusat-pusat pertanggungjawaban tidak baik maka kinerja perusahaan juga akan menurun.

    IV KESIMPULAN DAN SARAN

    KESIMPULAN

    Pengendalian manajemen adalah proses dimana manajer mempengaruhi anggotanya untuk melaksanakan strategi organisasi. Sistem Pengendalian Manajemen merupakan perangkat struktur komunikasi yang saling berhubungan yang memudahkan pemrosesan informasi dengan maksud membantu manajer mengkoordinasikan bagian-bagian yang ada dan pencapaian tujuan organisasi secara terus menerus. Sistem pengendalian manajemen dikategorikan sebagai bagian dari pengetahuan perilaku terapan (applied behavioral science). Pada dasarnya, sistem ini berisi tuntutan kepada kita mengenai cara menjalankan dan mengendalikan perusahaan / organisasi yang “dianggap baik” berdasarkan asumsi-asumsi tertentu.Masing-masing perusahaan memiliki kompleksitas berbeda dalam pengendalian manajemen, makin besar skala perusahaan akan semakin kompleks.

    Tujuan dari sistem ini adalah untuk meningkatkan keputusan-keputusan kolektif dalam organisasi. Untuk memahami sebuah sistem dibutuhkan suatu pengetahuan tentang lingkungan dimana sistem itu berada. Dua unsur penting dalam sistem pengendalian manajemen adalah lingkungan pengendalian dan proses pengendalian.

    SARAN

    Sebaiknya manager dari sebuah perusahaan mampu membuat sebuah rancangan proses kerja yang baik didalam perusahaan dan mampu mengoptimalkan kinerjanya untuk mengendalikan perusahaan dengan sistem pengendalian manajemen yang baik dan adanya kerjasama antar divisi agar mampu mencapai tujuan perusahaan.

    DAFTAR PUSTAKA

    https://www.academia.edu/5114193/MAKALAH_SISTEM_PENGENDALIAN_MANAJEMEN

    https://www.dosenpendidikan.co.id/sistem-pengendalian-manajemen/

    http://repository.upi.edu/1605/6/S_ADP_0705056_Chapter3.pdf

    https://sevima.com/cara-mudah-membuat-jurnal-ilmiah-yang-benar-dan-baik/

    https://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/10/sistem-pengendalian-manajemen-definisi.html#:~:text=Sistem%20pengendalian%20manajemen%20adalah%20sistem,serta%20pelaporan%20dan%20analisis%20kegiatan.

    https://dwiermayanti.wordpress.com/category/sistem-pengendalian-manajemen/

    http://rinmichiyo.blogspot.com/2015/12/makalah-struktur-pengendalian-manajemen.html

    http://r02405sa.blogspot.com/2014/04/sistem-pengendalian-manajemen-pusat.html#:~:text=B.%20Terdapat%20dua%20metode%20dalam,Return%20on%20Investmen%20atau%20ROI.&text=%C3%BC%20Mengurangi%20biaya%20sehingga%20laba%20dapat%20ditingkatkan.

     

     

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here